RESENSI NOVEL PESAN TERAKHIR
BY WENNY SMART
Judul
buku : Pesan Terakhir
Pengarang : Wenny Smart
ISBN
: 978-602-03-3381-6
Tahun
terbit : Agustus 2016
Penerbit
: Gramedia Pustaka Utama
Halaman
: 152 halaman
Ukuran
: 20 x 1 cm
Harga
: Rp. 50.000,-
Novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini, berlatar kegiatan Pramuka. Novel ini menceritakan tentang tujuh orang sahabat yang dipertemukan karena kegiatan kepramukaan. Mereka adalah Raja, Taufan, Farhad, Reino, Amril, Mustofa, dan Jiwo. Mereka semasa SMA dulu giat mengikuti kegiatan pramuka hingga di ajang internasional. Mereka merasakan bagaimana Pramuka sudah membuka banyak peluang dan cakrawala baru dalam kehidupan mereka. Tetapi karena pertengkaran yang terjadi di antara Reino dan Taufan mereka tidak mengikuti Jambore Nasional berikutnya. Karena pertengkaran itulah hubungan persahabatan di antara keduanya menjadi renggang. Sahabat-sahabatnya yang lain berusaha melerai pertengkaran yang terjadi di antara keduanya. Tetapi tidak berhasil. Hingga akhirnya Jiwo memutuskan untuk membuat sebuah surat perjanjian di antara mereka. Apakah isi surat perjanjian tersebut?
40 tahun kemudian, mereka tiba-tiba mendapatkan surat kaleng yang berisi ancaman jika mereka tidak datang ke suatu tempat, rahasia mereka akan terbongkar. Langsung saja Raja, Taufan, Farhad, Reino, Amril, dan Mustofa meninggalkan rutinitas sehari-hari dan menuju lokasi yang diperintahkan. Mereka akhirnya bertemu satu sama lain. Tetapi hanya Jiwo yang tidak diketahui kabarnya. Mereka berpikir bahwa pengirim surat tersebut adalah Jiwo. Dan petualangan mereka pun dimulai. Di setiap perhentian muncul pesan beisi teka-teki dan sandi yang harus dipecahkan. Mereka saling bahu-membahu agar dapat sampai ke tempat tujuan. Di dalam perjalanan, kenangan akan kemping, kegiatan berlatih sandi, sampai jambore di Norwegia, kembali hadir dalam ingatan mereka. Tak disangka, ternyata apa yang kemudian mereka temukan, betul-betul di luar dugaan mereka. Apakah Jiwo yang mengirimkan surat kaleng tersebut? Bagaimanakah akhir dari petualangan mereka?
Penulis menggambarkan makna persahabatan, pertemuan dan perpisahan dalam novel ini dengan sangat baik. Bagi yang pernah ikut kegiatan Pramuka akan merasakan bagaimana keseruan dalam memecahkan teka-teki dan sandi. Bagi yang belum pernah bersiap-siaplah berpetualang ala detektif.
Kelebihan dari novel ini yaitu bahasa yang digunakan mudah dipahami, alur ceritanya menarik karena banyak teka-teki di dalamnya, banyak hikmah dan nilai yang dapat diambil dari dalam buku ini. Seperti nilai yang harus dipegang teguh oleh seorang pramuka sejati, nilai persahabatan, bagaimana menjaga perkataan, menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan ketegaran untuk mewujudkan cita-cita. Selain itu juga terdapat kutipan-kutipan motivasi dari Robert Baden Powell. Di novel ini, penulis tidak saja menceritakan kegiatan Pramuka hanya dalam garis besar. Dia mampu menjabarkan kedalaman wawasan tentang kekhasan Pramuka, mampu mendeskripsikan keseruan Pramuka ketika berkumpul di api unggun saat berkemah, hingga keseruan mengikuti Jambore.
Kekurangan dari novel ini yaitu alur yang maju mundur mungkin dapat membingungkan bagi sebagian pembaca.
Sekian... ^_^
Thanks for reading !!! :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar